Cerita dari hati setiap penulis

4 Tips Mudah Memilih Sofa Set

Sofa adalah furniture yang wajib ada di dalam rumah dengan fungsi yang paling umum adalah sebagai furniture ruang tamu. Sofa memberikan rasa nyaman saat duduk karena efek empuk pada busa ketimbang menggunakan kursi. Anda dan keluarga bisa betah berlama-lama duduk mengobrol di sofa. Bentuk sofa sekarang sangat banyak, mulai dari pilihan warna, mix and match bantal sofa, ukuran, detail, dan harga. Bantal sofa tidak hanya berfungsi sebagai pemanis sofa saja, namun juga ada fungsi lain sebagai sandaran punggung agar lebih nyaman saat duduk, terutama sofa yang digunakan memiliki punggung kayu. Adapun sofa yang multifungsi yang bisa digunakan untuk tidur dengan model sofa lipat atau menarik bagian bawah sofa yang sudah disediakan sofa tambahan sehingga bisa berfungsi seperti kasur. Harga sofa set 2018 bermacam-macam mulai dari harga yang paling standar hingga puluhan bahkan mungkin ratusan juta rupiah.

4 Tips Membeli Sofa

  1. Tentukan ukuran

Sesuaikan dengan ukuran ruang yang akan Anda gunakan. Apabila Anda memilih sofa yang berukuran besar atau lebar, maka pilih sofa set yang bisa dibongkar pasang dengan mudah agar tidak kesulitan saat membawanya.

  1. Pilih bahan

Utamakan kenyamanan dalam memilih sofa. Kenali bahan yang digunakan, baik bahan untuk kerangka sofa ataupun bahan pelapisnya. Harga sofa set 2018 yang mahal biasanya juga memiliki kualitas super. Jangan sampai terkecoh dengan penawaran harga terlalu murah ya!

  1. Model

Cari model sofa yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Missal, apabila Anda tinggal di rumah kecil, maka pilih sofa set minimalis. Perhatikan juga warna dan motif detail sofa dengan warna cat tembok atau konsep rumah Anda. Sesuaikan dengan budget juga ya. Harga sofa set 2018 sangat variatif dengan tingkat kualitas yang berbeda-beda.

  1. Jaminan garansi

Garansi pada perabotan rumah biasanya diberikan selang waktu 1 bulan atau satu tahun saja, apabila terjadi kerusakan. Adapun  beberapa perusahaan furniture memberikan syarat klaim sebagai antisipasi kerugian perusahaan. misalnya, perusahaan tidak dapat memperbaiki atau menggantinya dengan yang baru apabila ada unsur kesengajaan merusak atau karena kelalaian pribadi.