Cerita dari hati setiap penulis

Bangkitnya Dunia Perkerisan di Bali

Dunia keris di Bali kini telah meningkat setelah tenggelam dalam waktu lama, artinya karena dinasti kerajaan tidak lagi berkuasa di pulau Tuhan setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia. “Sekarang dihidupkan kembali setelah keris tidak hanya dilihat sebagai obyek sakral untuk kelengkapan kegiatan ritual, tapi juga sebagai obyek seni, begitu juga dengan objek budaya yang tinggi,” kata Pande Wayan Suteja Neka, pendiri dan pengelola Neka. dunia keris bali

Museum Gianyar Ubud di Denpasar, Selasa / 8/2010). Ia menyebut, orang Bali, keris sebagai hal yang sangat sakral, karena kebanyakan kegiatan ritual keagamaan yang berkaitan dengan pusaka kranial adalah kesempurnaan. Suteja Neka, yang sekarang mengumpulkan ratusan keris di museumnya, mengatakan, orang Bali yang sangat menyukai keris tua, kini mulai tertarik pada keris baru (kamardikan).

Seiring dengan itu, sebuah pemahaman baru juga berkembang di lingkungan masyarakat yang kerap dianggap barang artistik dan budaya yang menakjubkan. Akibatnya, Suteja Neka mengatakan bahwa keris kemudian menghidupkan kembali popor dan kehadirannya di masyarakat. Keris juga merupakan simbol kekuatan nenek moyang dan bait suci, kata Neka, yang memiliki koleksi 272 keris dan mendapat penghargaan dari sekretaris jenderal sekretariat nasional indonesia seperti keris-melestarikan keris dan dewan keris. Meski kerisnya dianggap benda sakral, menurut Suteja Neka, ada segelintir orang di Bali yang mulai melakukan perdagangan keris, seperti adat di Jawa dan daerah lain di Indonesia.

Meski begitu, rata-rata orang Bali tetap menjaga makna dan nilai kerisnya dari keris,” kata Suteja Neka, yang telah mengumpulkan keris lebih dari setengah abad. Ia menilai, orang Bali yang mewarisi keris nenek moyangnya, sangat menabung, bahkan rumah tangga yang tidak memiliki pusaka keris, biasanya memesan belati baru dari para pengrajin yang membuatnya. Keris baru kemudian menjalani proses ritual sebelum digunakan sebagai kelengkapan dalam kegiatan ritual keagamaan. Dengan cara yang sama, Hari Tumpek Landep dirayakan setiap 210 hari, terutama dengan mengorbankan pengorbanan untuk segala jenis benda tajam seperti keris dan senjata.

Tumpek Landep untuk umat Hindu adalah hari peringatan untuk meminta keselamatan bagi Tuhan Yang Maha Kuasa dalam manifestasinya sebagai tuhan senjata atau peralatan logam seperti besi, perak dan emas. “Keintiman masyarakat Bali dengan keris pusaka dalam kehidupan sehari-hari juga tercermin pada keris yang nampaknya merangsang hati, karena penari menusuk keris di tubuhnya,” kata Pande Wayan Suteja Neka.

referensi : jual keris kuno online , ebay